Majalah Dinding

Rintik Sendu Bertabur Padi yang Menua

Puisi karya:Sofia Livania Neni Rintik sendu jatuh perlahan, Menyentuh tubuh-tubuh padi yang renta. Senja meredup, langit berawan, Kemenangan lama kembali menyapa rasa. Buih emas mulai menunduk pilu, Menanti waktu panen tiba. Rintik hujan bagai merayu, Mengiringi langkah sang penuai jiwa. Di antara rintik sendu dan padi tua, Terukir cinta, tertanam harapan. Meski sayu, masih ada

Rintik Sendu Bertabur Padi yang Menua Read More »

Nyanyian Tanah Nusantara

Puisi karya: Thadeus Juanto Leven Disela kabut fajar, bumi bernafas perlahan, Petani melangkah dengan hati penuh ketabahan. Setiap cangkul menoreh syair kesetiaan, Pada tanah yang memberi, pada langit yang ramah. Di balik telapak yang retak, Tersimpan kisah sabar panen panjang. Benih kecil, setitik harapan, Menjadi lautan padi yang menari gemilang. Mereka menyalakan dapur negeri, Dengan

Nyanyian Tanah Nusantara Read More »

Para Pejuang Pangan

Puisi Karya: Magdalena Jeok Di bawah matahari terik yang menyengat, tangan-tangan petani tak pernah menyerah, membajak sawah, menoreh tanah, demi segenggam harapan, demi kehidupan bangsa. Dari bulir padi yang ditanam dengan cinta, lahirlah panen berlimpah ruah, terpatri jasa, terukir pengorbanan, petani adalah penjaga pangan, penopang kehidupan. Keringat menetes membasahi bumi, untuk menopang hidup negeri ini.

Para Pejuang Pangan Read More »

Petani

Puisi Karya: Rosaia Doima Anggun Tanpa kenal lelah, dari pagi hingga senja merekah, engkau menggarap tanah, berpeluh tanpa henti, menjemput asa. Demi memenuhi kebutuhan, engkau rela membanting tulang, bekerja tekun, penuh kesungguhan, semangatmu tak pernah padam dalam perjuangan. Tanpamu, masyarakat takkan hidup, engkau sosok paling berjasa, dalam lapar dan senyap, engkau hadir sebagai pemuas dalam

Petani Read More »

Untukmu Sang Penjaga Padi

Puisi karya: Maria Risanti Abon Di hamparan hijau terbentang, terajut kisah ketekunan yang lapang. Tangan-tangan kokoh memegang cangkul, menanam harapan dalam butir-butir kehidupan. Keringatmu menetes, membasahi bumi, menjadi pupuk harapan yang tak pernah mati. Di bulir padi yang menguning permai, tersimpan doa negeri agar tetap lestari. Terima kasih, wahai pejuang pangan, yang tak kenal lelah,

Untukmu Sang Penjaga Padi Read More »

Tangan yang Menghidupi

Puisi karya: Gresiana Ojing Tangan kasar penuh cinta, menggenggam tanah, menanam benih kehidupan Setiap tetes keringatmu mencipta harapan dari ladang doa. Engkaulah petani, pahlawan tanpa tanda jasa, menjadi aliran kehidupan, penopang bangsa dari akar bumi. Kau bekerja tanpa henti, meramu pangan bagi negeri Mari kita haturkan terima kasih, sebab darimu,bangsa ini tetap berdiri,hidup, dan bersemi.

Tangan yang Menghidupi Read More »