Puisi karya: Gabriela Gracia Lasdin
Di fajar yang dingin dan belia,
Kau hadir membawa pendar cahaya,
Menyalakan api mimpi di benak kami,
Yang terkadang masih buta akan arah.
Dengan sabar kau uraikan aksara kehidupan,
Menjadi jembatan yang menghubungkan kami ke harapan.
Setiap teguranmu adalah isyarat cinta yang tulus,
Setiap senyummu adalah sumber kekuatan yang magis.
Guru, engkaulah sauh penentu arah,
Yang menuntun kami di lautan pengetahuan yang luas,
Dalam hening diammu tersimpan doa yang tak terucapkan,
Dalam setiap lelahmu terkandung makna yang tak terhingga.
Terima kasih atas mata air ilmu Yang tak pernah kering dan habis.
Semoga Tuhan menjaga setiap langkahmu,
Sebagaimana kau telah menjaga,
Dan memekarkan tunas mimpi-mimpi kami.
