Rintik Sendu Bertabur Padi yang Menua

Puisi karya:Sofia Livania Neni

Rintik sendu jatuh perlahan,
Menyentuh tubuh-tubuh padi yang renta.
Senja meredup, langit berawan,
Kemenangan lama kembali menyapa rasa.

Buih emas mulai menunduk pilu,
Menanti waktu panen tiba.
Rintik hujan bagai merayu,
Mengiringi langkah sang penuai jiwa.

Di antara rintik sendu dan padi tua,
Terukir cinta, tertanam harapan.
Meski sayu, masih ada asa,
Menyambut pagi dengan senyuman.

Mati sudah, mati rintik hujan,
Namun ia datang tepat pada waktu.
Bersama sang penuai yang meraih,
Meski sendu, kembali tersenyum.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *