Puisi Karya: Febrianus Kikin
Petani, pahlawan tanpa tanda jasa,
berpeluh sejak fajar hingga malam tiba,
menghidangkan pangan bagi semua,
dengan keringat dan darah yang mengalir setia.
Di sawah hijau, di ladang yang luas,
mereka menabur benih dengan harapan besar.
Meski cuaca kerap tak menentu,
pantang menyerah, langkah tetap teguh.
Petani, ujung tombak kehidupan,
menyambung napas bumi dengan hasil tangan.
Mari hargai jerih payah mereka,
dengan dukungan tulus penuh cinta.
Terima kasih, petani yang mulia,
atas kerja keras dan perjuangan tanpa jeda.
Kami semua berhutang budi padamu,
penopang bangsa, pembesar jiwa.

