Puisi karya: Fransiska J. Jenu
Langkah kaki ini sempat terseret ragu,
Menuju lorong-lorong nasib yang tak berujung.
Namun, kudengar panggilan Sang Pelita abadi,
Dengan untaian kata, ia menuntun jiwa.
Karena cahaya itu, ku bebas dari kegelapan,
Karena sinarnya, ku mampu meraih cita-cita.
Tahukah engkau siapa gerangan?
Ada sosok pelita yang selalu kusebut dalam hati, Ada nama yang selalu kujunjung tinggi.
Dialah Guruku.
Guru yang mewariskan setetes embun ilmu,
Tak pernah gentar walau keringat membasahi raga,
Ia berkorban bukan untuk kemegahan diri,
Namun demi menjayakan generasi penerus bangsa.
Jangan biarkan cahayamu meredup, wahai Pelitaku!
Sinar ilmumu selalu dinantikan dunia,
Bukan hanya untuk segelintir jiwa,
Tapi untuk menerangi seluruh umat manusia.

