Puisi karya: Thadeus Juanto Leven
Disela kabut fajar, bumi bernafas perlahan,
Petani melangkah dengan hati penuh ketabahan.
Setiap cangkul menoreh syair kesetiaan,
Pada tanah yang memberi, pada langit yang ramah.
Di balik telapak yang retak,
Tersimpan kisah sabar panen panjang.
Benih kecil, setitik harapan,
Menjadi lautan padi yang menari gemilang.
Mereka menyalakan dapur negeri,
Dengan butir padi lahir dari doa.
Di setiap nasi yang kita jamah,
Terdengar bisik terima kasih semesta.
Hari Tani bukan sekadar tanggal di kalender,
Melainkan ingatan abadi:
Bumi ini warisan,
Dan kita semua penjaga.

